Senin, 25 Mei 2015

Parade Bunga dan Budaya - Surabaya

Pada tanggal 03 Mei kemarin warga Surabaya sangat antusias memadati disepanjang jalan Tugu Pahlawan sampai jalan Ahmad Yani untuk menyaksikan Parade Bunga dan Budaya. Acara tersebut digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi Pemerintah Kota Surabaya ke-722 yang jatuh pada 31 Mei mendatang. Puluhan peserta berangkat dari Tugu Pahlawan dan finis di Balai Kota Surabaya. Adapun untuk kendaraan pawai berlanjut ke Taman Bungkul. 

Parade kali ini diikuti sebanyak 87 partisipan dengan mobil yang dihias dengan bunga serta berbagai budaya baik Indonesia maupun China. Perusahaan, kampus maupun komunitas ikut meramaikan acara ini diantaranya perusahaan operator telepon, bank, motor, sementara dari komunitas ada komunitas india di Surabaya,sepeda onthel, rumah bahasa dll.
Gerimis tidak menyurutkan niat kami untuk melihat parade ini, meski sempat ragu untuk mengeluarkan kamera DSLR dan salah kostum.haha.. Tugu Pahlawan adalah pilihanku untuk melihat parade ini, jadi kita bisa melihat persiapan sebelum keberangkatan. Lalu setelah semua berangkat, kita pindah kesekitar jalan balai pemuda. Disana masih sama, gerimis dan padat penontonnya.
Antusiasme warga tidak hanya untuk menyaksikan parade saja, tapi mengabadikan dan juga foto-foto pastinya.hehe termasuk aku dan putri



byeee...

Mendaki Gunung Welirang Jalur Tretes

Naik-naik kepuncak gunung tinggi-tinggi sekali
Kiri kanan kulihat banyak pohon cemara aa
Ehh

Jujur tak pernah terbayang olehku kalo aku bakal naik gunung, kirain aku cuma nyanyi aja (pas TK) hahay.. karna dulu kalo kakakku naik gunung aku selalu mengejeknya. Apa enaknya, yang ada hanya lelah yang berkepanjangan.haha tapi mindsetku berubah seiring bertambahnya umur, jadi motivasiku naik gunung untuk pertama kalinya ini sebagai pengalaman mumpung masih muda, sekaligus nambah temen. Yupps aku ikut komunitas yang baru kenal saat itu juga.hahaa


Perjalanan dari Surabaya pukul 19.00 WIB dan sampai di Malang sekitar pukul 21.00 WIB. Jalur Tretes menjadi pilihan kita. Mungkin karna hari itu liburnya cukup panjang jadi cukup dipadati pendaki, sehingga mengurus izinnya cukup lama. Pukul 22.00 WIB kita mulai melangkah mendaki. Huh.. baru sekitar 300meter aku sudah berpikir ingin balik aja.hahay oh iya rombonganku terdiri dari 13 orang (11 cowok dan 2 cewek).


Setelah jalan lagi, istirahat, jalan lagi akhirnya sampai juga di Kokopan (pos 2) sekitar pukul 02.25. disini kita masak-masak, makan, mendirikan dua tenda dan istirahat. Aku yang cukup tidur 1 jam aja terbangun oleh suara berisik tenda tetangga yang akhirnya memilih keluar menikmati dinginnya pagi sambil menyaksikan indahnya matahari terbit. Subhanallah seperti lukisan J



Lalu pukul 09.00 kita bersap-siap melanjutkan perjalanan ke Lembah Kidang. Aku yang semakin excited berjalan lebih dulu, biar kalo aku lelah waktu istirahatku lebih banyak nantinya (buat gap) hahay. Sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan indah, ini lebih mengasyikan dari pada harus mendaki waktu malam hari yang hanya bisa melihat jalan yang berbatuan dan bayangan mantan. Whahaa

Medan yang harus ditempuh, berbatu dan terjal

Akhirnya aku dan 2 temanku lebih dulu nyampek di pos ke 3, sebelum lembah kidang, tepatnya tempat persimpangan menuju Gunung Arjuna dan Gunung Welirang. Saat itu sekitar pukul 14.00WIB. Nah kita putusin buat nunggu yang lain dulu dan tak terasa beberapa jam berlalu. Hari mulai gelap dan yang lain baru datang. Ohh rasanya tubuhku membeku, menunggu. Padahal mengenakan jaket lapis 3.hehe
Bosen menunggu, selfie ajaa :D
Setelah semua ngumpul, akhirnya kita harus berpisah, 5 orang harus camping dan yang lain kelembah kidang buat nerusin ndaki gunung arjuna. Sebenernya aku pengen banget ikut, tapi kok badan gak mendukung, gara-gara datang bulan yang tak terduga!! -___-“
“Yang penting kan sama-sama kepuncak, meskipun berbeda. Lagian kamu kan pertama kali, jadi itu sudah sangat keren!” J kata temen menghibur


Pukul 02.00 WIB aku bersama 2 temanku berangkat mendaki Gunung Welirang. Udara dingin, rasa kantuk tidak menyurutkan tekatku melihat matahari terbit di puncak sekaligus menaklukkan puncak pertama kalinya.hehe

Tepat pukul 04.00 WIB akhirnya sampai dipuncak, tepat ketika matahari menunjukkan sinarnya. So beautiful!!

Sayangnya tidak bisa berlama-lama di puncak, karena bau belerangnya sangat menyengat dan perih dimata. Jadi jangan lupa bawa slayer!!




Tips jika kalian akan mendaki :
Meski baru pertama kali, tapi aku belajar banyak dari apa yang aku alami dan lihat. Hehe

1.       Bawalah jaket yang cukup tebal minimal 2 karna udara malam hari sangat dingin. Kalau ada sleeping bed lebih oke.
2.       Bawalah makanan yang cukup, jangan membawa snack yang mengembung karna akan banyak memakan tempat. Soalnya aku bawa snack kayak gini banyak dan dikempesin sama temen-__-
3.       Bawalah tisu basah, karna digunung gak ada toilet (hanya ada di pos perizinan saja).
4.       Jangan lupa bawa senter serta baterai juga sebagai cadangan. Kalau ada head lamp lebih oke.
5.       Bawalah kaus kaki dan kaus tangan minimal 1 (ehh sepasang). 2 atau 3 pasang lebih baik.
6.       Bawalah suplemen yang banyak, seperti madu rasa, tolak angin cair, vitacimin dll.
7.       Bawalah obat-obatan sebagi jaga-jaga, seperti promag, entrostop (pengalaman temenku nih yang selalu diare tiap mendaki) dan obat luar seperti betadine, freshcare.
8.       Bawalah koyo cabe atau salompas, ini penting karna bisa mengurangi rasa capek.
9.       Buat yang cewek, wajib membawa pembalut untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga (pengalamanku kemarin yang untungnya temenku membawa)
10.   Membawa jas hujan. Karena cuaca di gunung tidak menentu.
11.   Pakailah sunblock pada bagian yang terlihat, min spf 30 karna meskipun kelihatannya dingin tetapi itu panas loh.. hehe

Sekian pengalaman pertamaku mendaki gunung. Semoga nanti bisa lagi mendaki gunung yang lebih tinggi lagi dan dapat melihat Bunga keabadian (Edelweiss) bermekaran . Soalnya kemarin masih kuncup dan itupun kata temenku yang ke puncak Arjuno, soalnya aku gak bisa menemukan disepanjang jalan menuju puncak welirang. hohoo


Byeeee ..

Selasa, 19 Mei 2015

Gua Pote, Jaddih - Madura



Tujuan trip kali ini ke daerah bangkalan, Madura. Gua pote, itulah sebutan oleh warga sekitar, tepatnya tempat penambangan batuan putih. “Keren nih kalo buat prewdding+pake dress merah!tapi karo sopo?whaha” pikirku saat searching digugel. Finally molooooooorr dari target awal jam6 di Balpem tapu jam setengah 7 baru OTW dari lidah wetan menuju Balpem, pos kedua buat yang rumahnya Surabaya timur. Yang ikut touring kali ini 10 orang yaitu: wahyu (leader), ega, supri (ketua), olive, riza, putri, bah, one, mita, zuhri, sofi, afek, david, sevi, jen, arofa (guess), ainun, jafar, aleek dan aku.
Sebelum menyebrang jembatan suramadu, kita mampir ketempat makan dulu buat ngisi perut yang pastinya pada belum sarapan. “Kelihatannya warung itu lumayan” usul beberapa teman. Tempatnya sederhana dan bersih, sayangnya tidak cukup menampung kita semua. Akhirnya sebagian dari kita memilih untuk makan diwarung sebelah yang jaraknya sekitar 5 meter saja.
10 menit berlalu dimana mejaku (no 1) makanan sudah hampir habis. “Gaeeees helmnya sevi kok gak ada?” Teriak david (partner motor sevi). Lohh ucap sevi yang sontak membuat terkejut dan lari menuju motor. Beberapa teman pun ikut melihat, aku juga memastikan helm K*Tku. Allhamdulillah masih ada ucapku dalam hati. omaigaaaat ada aja rintangannya, padahal jembatan didepan mata. Itu adalah hal yang tak terduga, dimana setiap touring kita yang lalu enggak pernah terjadi hal seperti itu. Mungkin itu peringatan untuk lebih waspada dimanapun itu.
Akhirnya mereka memutuskan untuk meminjam helm salah satu teman kita yang rumahnya lumayan dekat dibanding harus balik kelidah wetan.hehee
Hati tak karuan, rasa takut, benci, muak ada menghantui pikiran. Rasanya ingin pulang saja, sudah batal saja.
30menit kemudian..
Oke mereka sudah balik membawa 2 helm. Sebelum melanjutkan perjalanan, berdoa dulu semoga lancar dan tidak ada halangan lagi. Pukul 8 lebih di jembatan suramadu, matahari bersinar sangat terik

Medannya wow, menanjak dan terjal. Panoramanya tidak berbeda jauh dengan di paralayang – malang touring kemarin. Bedanya disini lebih panas.hoho harus pake sunblock dulu, kalo bisa yang spf 50.haha
Setelah puas selfie-selfi ria dan melihat panorama dari atas, selanjutnya kita menuju ke kolam renang yang berada dibawah.

Tak terasa hari sudah siang, matahari semakin terik. Alangkah baiknya jika sebelum mengisi  perut kita mampir dulu ke masjid Kemanapun kalian berada, usahakan solat tetap jalan, bahkan wajib. J

Nah ini dia tempat makan yang wajib kalian kunjungi jika berkunjung ke Madura, rumah makan bebek sinjai..

Kamis, 07 Mei 2015

Air Terjun Cuban Rondo - Malang

Libur jeda semester itu waktu yang tepat buat refreshing. Yupps.. ini liburan jeda semester lalu tapi baru bisa share sekarang.hehe masih tetap bersama teman-teman kuliah, Pendidikan Seni Rupa 2012 Kelas B. Ngetrip kali ini masih sama seperti 1 tahun lalu, Malang. Kota yang dikenal dengan buah apelnya dan mempunyai beragam destinasi wisata yang cantik. Air Terjun Cuban Rondo, Wisata Alam Rumah Pohon dan Paralayang menjadi destinasi kami karena jarak antar lokasi tidak terlampau jauh.

Istirahat sejenak di Alun-alun Kota Malang
Paralayang adalah tujuan pertama kami. 500 meter sebelum sampai tujuan, medannya cukup menanjak, apalagi saat itu sedang gerimis, jalanan pun bertambah licin. Jadi, konsentrasi lebih dan hati - hati sangat dibutuhkan jika tidak ingin hal buruk terjadi.

Gini nih kalo lupa gak bawa Tongsis
Dari tempat Paralayang ke Rumah Pohon hanya dibutuhkan 5 menit jalan kaki. Yuuuupz, 2 tempat wisata dalam 1 lokasi. Tiket masuknya sama seperti di Paralayang, yaitu Rp.5.000,-. Di Rumah Pohon ini batas maksimal orangnya tidak boleh lebih dari 3 kepala.

foto selfie di atas Rumah Pohon. Lihat, berapa kepala itu? Haha

Rumah pohon yang tersedia disana sekitar 6 tempat, dengan ketinggian dan jarak yang berbeda-beda.


Gerimis reda, perjalanan pun dilanjutkan ke tujuan terakhir kita, Air terjun Cuban rondo. Letaknya tidak terlampau jauh, hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai didepan pintu masuk utama.


Air terjunnya kereeeeen banget.. apalagi tiap perjalanan menuju air terjun juga disuguhi pemandangan yang indah juga. Tiket masuk ke wisata alam Coban Rondo ini sebesar Rp.15.000,00/orang dan Rp.4000,00 untuk kendaraan bermotor.


Malam hari ada di pusat kota malang, sayang  jika tidak mampir ke Alun-alun Kota Malang karena disekitar Alun-alun terdapat aneka kuliner yang menarik untuk dicoba. Selain itu juga bisa bernostalgia naik aneka permainan waktu kecil dulu. Hehe..
                                                                                                                                         

Pemandangan Kota Malang saat malam dilihat dari bianglala di Alun-alun
Tips jika anda berkunjung ke Kota malang

-       Karena daerah ini termasuk dataran tinggi, jadi kemungkinan untuk turun hujan juga sangat tinggi. Membawa jas hujan dan jaket sangat disarankan serta membawa sandal cadangan.

byee..