Wisata selecta, songgoriti dan sengkaling, sebagian orang
mungkin tidak asing lagi dengan tempat wisata ini. Yaa, karena tempat wisata
ini hampir menjadi tujuan rekreasi wajib saat kenaikan kelas, kelulusan TK dan
SD. Nah satu bulan yang lalu aku kesana, mengantar temanku untuk bernostalgia,
karena terakhir dia kesana adalah SD. Tak ada rasa takut kesasar atau apa, karena yang terpenting daya smartphone tercukupi untuk digunakan sebagai GPS. Bahkan aku yang sering ke Malang pun baru mengetahui ada rute yang lebih eksotis lewat jalur Pacet. Pemandangan kanan kiri yang begitu indah disertai jurang yang membuat kita harus selalu waspada. Beberapa kali kita melewati tempat wisata air terjun, seperti air terjun .. (lupa) akan tetapi kita tidak mampir dan memilih melanjutkan perjalanan, karena tempat yang ingin kita tuju sangat banyak. Akan tetapi, sesekali kita juga memilih berhenti sejenak untuk foto.
![]() |
| pas ditengah perjalanan dan tak tau harus kearah mana, cek Google Map dulu lah.. |
![]() |
| berhenti sejenak menikmati pemandangan pertanian yang tak mungkin bisa dilihat di kota Surabaya |
![]() |
| kebun bunga disepanjang perjalanan |
Tak terasa waktu berlalu membawa kita kesebuah wisata perkebunan petik apel. Ya, disini kita bebas memetik dan makan buah apel dengan membayar tiket masuk sebesar 15.000. akan tetapi jika ingin membawa pulang apel sebagai oleh-oleh, kalian harus membayar 10.000/kg apel. Meski sederhana, tapi aku sangat suka tempat beginian,rasanya ingin berlama-lama berteduh dibawah pohon apel.hehey..
Setelah puas menikmati buah apel, foto-foto dan cukup memetik untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh akhirnya kita melanjutkan ke tujuan selanjutnya yaitu Taman Wisata Selekta. jarak dari kebun apel ke Selekta tidaklah jauh, apalagi disuguhi pemandangan yang begitu menyegarkan mata hingga perjalanan pun tak terasa.
![]() |
| salah satu toko bunga di pasar selecta |
Dan yang tak boleh dilewatkan saat ke selekta yaitu mampir ke pasarnya, disana kalian bisa berburu oleh-oleh mulai dari makanan, pernak-pernik hingga tanaman hias yang selalu menggoda untuk dibawa pulang. Meski Krisan favoritku, tapi saat itu bunga Alamanda warna jingga yang paling menarikku untuk dibeli. Finally, besoknya dirumah Alamanda jinggaku pun layu dan mengering seketika, bahkan bunganya belum sempat ku potret.. -___-










