Kali ini aku akan berbagi cerita jalan-jalanku ke Jogja 2 tahun lalu (2016). Tapi
kali ini aku benar-benar ingin merasakan jalan-jalan yang berbeda, dimana
setiap langkahnya kita yang menentukan sendiri. Bermodalkan keberanian, tekad,
GPS, dan kartu kredit. Aku dan 6 temanku (Riza, Hafidz, Putri, Ratika,
Arofah dan Numan) siap mengexplore Jogja.
Hari kamis, 28 januari 2016 perjalanan dimulai dengan naik
kereta Logawa dari stasiun gubeng Surabaya pukul 09.15. kebiasaan telat memang
sudah jadi hal biasa, karena kita bertujuh datang dari rumah dan kosan masing2 dan sempat terjadi misscom alhasil kereta sudah berangkat kita baru kumpul semua. Dan lari2 ngejar kereta ala2 di film2 deh..hehe lucu tapi sempet khawatir bgt. Dag dig dug..wkwk
Dan tiba di Stasiun Lempuyangan Jogja pukul 14.40. setelah itu
kami berniat menyewa taxi menuju penginapan yang belum tahu mau menginap
dimana. Tiba-tiba ada orang yang menawarkan jasa mengantar mencari penginapan
yang murah di Jogja dengan tarif 10.000 saja per orang dengan syarat sampai
dapat penginapan yang sesuai. Akhirnya kami mendapatkan penginapan yang cukup
terjangkau di sekitar Prawirotaman Mg 41/612 yaitu Wisma Kroto. Tarif yang
ditawarkan bermacam-macam tentunya sesuai kebutuhan. Kalau bagiku sih yang
penting ada kasur, selimut dan kipas sudah bisa tidur.
![]() |
| Selfie dulu sebelum masuk Goa Pindul |
Tak ingin melewatkan kesempatan sedikitpun, meski lelah tapi
kami tak ingin melewatkan malam di Jogja untuk berburu spot menarik dan
kulinernya. Saat itu kita memilih untuk menyewa jasa rental mobil yang dirasa
lebih hemat dari pada motor.
Destinasi kita waktu itu ke Gua pindul, Pantai-pantai di Gunung Kidul dan malamnya menikmati gemerlap kota dari atas Bukit bintang.
Keesokannya lanjut ke Taman sari, Keraton jogja, Candi Prambanan, Ratu Boko, Mallioboro, dan Benteng Vredeburg. Dan sekitar sore waktunya balik ke Surabaya dengan naik kereta..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar